PuisiSastra

Untuk Mama di Surga

Tinggi semampai
Rambut panjang terurai
Bermata sipit
Berhidung mancung
Berbibir tipis
Berwajah oval
Berkulit kuning langsat
Itulah Mamaku

Sembilan bulan sepuluh hari mama mengandungku, melahirkanku, membesarkanku, menjagaku, mendidikku, mengajariku yang tak kenal waktu.

Related Articles

Hari-hariku terasa indah bila aku bersamamu. Gelak tawa dan candamu mengisi hari-hari masa kecilku.

Mama…
Engkau adalah penerang cahaya dalam hidupku. Engkau tempatku bercanda, tempatku bermanja, tempatku menangis, tempatku meminta, tempatku mengadu dan tempatku mendapatkan kehangatan belaian kasih sayangmu yang begitu tulus menyayangiku.

Mama…
Pengorbanan yang telah engkau berikan kepadaku tidak bisa diukur dengan apapun di dunia ini. Engkau rela mengorbankan apapun demi membahagiakan anakmu. Karena kebahagian itulah yang menjadi nomor satu bagimu.

Mama…
Walaupun beliau pernah mamarahiku, mendisplinkanku, aku tahu bahwa semua itu adalah tanda ungkapan kasing sayangmu kepadaku. Karena kasih sayang yang engkau berikan kepadaku tidak ternilai harganya.
Semuanya itu hanyalah kenangan yang masih hangat di dalam pikiranku yang tidak bisa aku lupakan. Kini, hari-hariku terasa sepi tanpa adanya kehangatan dan belaian kasih sayangmu karena mamaku telah tiada.

Tuhan…
Mengapa Engkau ambil nyawa mamaku yang begitu sangat aku sayangi dan aku cintai. Aku belum sempat membahagiakan mamaku, aku belum sempat meminta maaf kepada mama atas dosa-dosa yang pernah aku perbuat semasa mama hidup.

Mengapa Tuhan… mangapa…
Terkadang, aku merasa iri bila aku melihat seorang anak yang sedang bercanda ria dengan mamanya. Hatiku gundah, sedih bila aku melihat peristiwa itu dan butiran air matapun mengalir dipipiku. Hanya dengan mengingat kenangan terindah yang pernah aku lalui bersama mamaku yang bisa meredakan kesedihan hatiku.

Mama…
Walaupun beliau telah berada jauh di sana, tetapi mama tetap ada di dalam lubuk hatiku. Aku tetap mengingatmu dan selalu mendoakanmu. Tiada kata selain ucapan terima kasih yang aku berikan kepadamu.
Mama…

Aku menyayangimu.
Mamaku, (alm) Arnetti

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button