Pendidikan

Ujian Madrasah Tahun Pelajaran 2020/2021

Apa itu ujian madrasah?

Berdasarkan Surat Keputusan Direktoral Jenderal nomor 752 tahun 2021 tentang POS Penyelenggrara Ujian Madrasah TP 2020/2021 maka dilaksanakan ujian madrasah oleh satuan pendidikan madrasah.

Ujian madrasah merupakan ujian yang diselenggrakan oleh satuan pendidikan madrasah berupa pengukuran pencapaian kompetensi siswa dengan mengacu kepada Standar Kompetensi Kelulusan.

Surat Keputusan Direktoral Jenderal nomor 752 tahun 2021 tentang POS Penyelenggrara Ujian Madrasah TP 2020/2021 Ujian Madarasah (UM) meliputi mata pelajaran yang diajarkan di kelas akhir pada satuan pendidikan yaitu kelompok mata pelajaran wajib maupun lokal. Ujian madrasah diikuti oleh peserta didik pada akhir jenjang pendidikan. Baik Madarasah Ibtidayah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

Oleh sebab itu, pemerintah memberikan wewenang penuh kepada satuan pendidikan untuk menyelenggarakan ujian pada akhir jenjang pendidikan sebagai salah satu syarat kelulusan. Dimana kegiatan hasil belajar di madrasah meliputi Penilaian Harian (PH), Penilaian Akhir Semester (PAS), Penilaian Akhir Tahunan (PAT), dan Ujian Madrasah (UM).

Apa tujuan diadakan ujian madrasah?

Adapun tujuan diadakannya ujian madrasah adalah untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik sesuai Standar Kompetensi Lulusan pada akhir jenjang pendidikan yang berfungsi sebagai indikator pencapaian kompetensi peserta didik, umpa balik dari madrasah dan pemenuhan syarat ketentuan kelulusan.

Apa saja bentuk dan materi ujian madrasah?

Bentuk ujian madrasah pada jenjang MI, MTs, MA, dan MAK, dapat berupa ujian tertulis, ujian praktek, penugasan dan portofolio. Dalam hal ini, madrasah dapat memilih salah satu bentuk ujian sesuai dengan bentuk karakteristik yang diukur.

Madrasah juga memperhatikan dan mempertimbangakan penyelenggaraannya terutama yang berkaitan dengan dampak pandemi covid-19.

Sedangkan untuk mata pelajaran muatan lokal seperti penjasorkes, seni budaya, prakarya, informatika dan mata pelajaran tertentu diujikan dalam bentuk praktek dan penugasan.

Materi ujian madrasah untuk mata pelajaran umum mengacu pada kurukulum 2013 uang telah ditetapkan oleh Kemendikbud. Sedangakan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab mengacu pada KMA 183 tahun 2019 tentang kurikulum pendidikan agama Islam dan bahasa Arab di lingkungan madarsah.

Materi ujian MI meliputi pelajan kelas IV, V, dan VI. Tingkat MTs, materi kelas VII, VIII, dan IX, sedangkan materi jenjang MA, diujikan materi kelas X, XI, dan XII. Penyelenggaraan Bimtek penyusunan soal ujian madrasah Pada ujian madrasah ini, soal ujiannya disusun oleh satuan pendidikan itu sendiri.

Mulai dari penyusunan kisi-kisi soal, naskah soal hingga kartu soal. Untuk itu diadakanlah bimtek penyusunan soal ujian madarasah. Masing-masing kabupaten/kota menunjuk salah satu atau beberapa orang guru untuk menjadi instruktur pada satuan pendidikannya masih-masing.

Kemudian instruktur yang telah ditunjuk akan mensosialisasikannya pada madrasahnya tersebut. Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat melaksanakan kegiatan bimtek ini yang berlangsung selama 4 hari.

Tiga hari secara virtual lewat zoom meeting dan satu hari melalui tatap muka. Pembekalan Tingkat Provinsi Teknik Penyusunan Soal Ujian Madrasah untuk Calon Instruktur Tingkat Kab/Kota itulah nama bimbeknya.

Apa yang didapatkan dari bimtek tersebut?

Pemerintah telah menetapkan bahwa ujian madrasah menggunakan soal HOTS (Higher Order Thingking Skills) sebuah kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dapat mendorong peserta didik untuk mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata.

Hasil studi internasional Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2015 dan 2018 menunjukkan bahwa prestasi literasi membaca (reading literacy), literasi matematika (mathematical literacy), dan literasi sains (scientific literacy) yang dicapai peserta didik Indonesia sangat rendah.

Pada umumnya kemampuan peserta didik Indonesia sangat rendah dalam: (1) memahami informasi yang kompleks; (2) teori, analisis, dan pemecahan masalah; (3) pemakaian alat, prosedur dan pemecahan masalah; dan (4) melakukan investigasi.

Berdasarkan fakta di atas, maka penilaian yang dikembangkan oleh guru madrasah diharapkan dapat mendorong peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi, meningkatkan kreativitas, dan membangun kemandirian peserta didik untuk menyelesaikan masalah.

Apa itu soal HOTS?

Soal-soal HOTS merupakan instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, yaitu kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan lembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite).

Soal-soal HOTS pada konteks asesmen mengukur kemampuan:1) transfer satu konsep ke konsep lainnya, 2) memroses dan menerapkan informasi,3) mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda- beda, 4) menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah, dan 5) menelaah ide dan informasi secara kritis. Meskipun demikian, soal-soal yang berbasis HOTS tidak berarti soal yang lebih sulit dari pada soal recall.

Penyusunan soal-soal HOTS umumnya menggunakan stimulus. Stimulus merupakan dasar untuk membuat pertanyaan. Dalam konteks HOTS. Stimulus dapat bersumber dari isu-isu global seperti masalah teknologi informasi, sains, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Stimulus juga dapat diangkat dari permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan sekitar satuan pendidikan seperti budaya, adat, kasus-kasus di daerah, atau berbagai keunggulan yang terdapat di daerah tertentu. Kreativitas seorang guru sangat memengaruhi kualitas dan variasi stimulus yang digunakan dalam penulisan soal HOTS.

Dalam mengembangkan stimulus, penulis soal HOTS harus memperhatikan empat kriteria berikut ini.

  1. Edukatif yaitu mendidik dan menghindari hal-hal yang negatif;

  2. Menarik yaitu variatif berupa antara lain narasi, infografis, gambar, tabel, teks bacaan, foto, kasus, foto, rumus, teks drama, penggalan cerita, peta, daftar kata, simbol, contoh, dan suara yang direkam;

  3. Inspiratif yaitu mampu mengembangkan imajinasi dan keingintahuan;

  4. Kekinian yaitu sesuai dengan kondisi terbaru (kontekstual).

Langkah-langkah penyusunan soal HOTS

Untuk menulis butir soal HOTS, penulis soal dituntut untuk dapat menentukan perilaku yang hendak diukur dan merumuskan materi yang akan dijadikan dasar pertanyaan (stimulus) dalam konteks tertentu sesuai dengan perilaku yang diharapkan.

Oleh karena itu dalam penulisan soal HOTS, dibutuhkan penguasaan materi ajar, keterampilan dalam menulis soal (kontruksisoal), dan kreativitas guru dalam memilih stimulus soal sesuai dengan situasi dan kondisi daerah di sekitar satuan guruan.

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut.

Menganalisis KD yang dapat dibuat soal-soal HOTS

Terlebih dahulu guru memilih KD yang dapat dibuatkan soal-soal HOTS. Tidak semua KD dapat dibuatkan model-model soal HOTS. Guru secara mandiri atau melalui forum MGMP dapat melakukan analisis terhadap KD yang dapat dibuatkan soal-soal HOTS.

Menyusun kisi-kisi soal

Kisi-kisi Penulisan soal-soal HOTS bertujuan untuk membantu para guru dalam menulis butir soal HOTS. Secara umum, kisi-kisi tersebut diperlukan untuk memandu guru dalam: (a) memilih KD yang dapat dibuat soal-soal HOTS, (b) memilih materi pokok yang terkait dengan KD yang akan diuji, (c) merumuskan indikator soal, dan (d) menentukan level kognitif.

Memilih stimulus yang menarik dan kontekstual

Stimulus yang digunakan hendaknya menarik, artinya mendorong peserta didik untuk membaca stimulus. Stimulus yang menarik umumnya baru, belum pernah dibaca oleh peserta didik. Sedangkan stimulus kontekstual berarti stimulus yang sesuai dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, menarik, mendorong peserta didik untuk membaca. Dalam konteks Ujian Madrasah/Madrasah, guru dapat memilih stimulus dari lingkungan madrasah/madrasah atau daerah setempat.

Menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal

Butir-butir pertanyaan ditulis sesuai dengan kaidah penulisan butirsoal HOTS. Kaidah penulisan butir soal HOTS, agak berbeda dengan kaidah penulisan butir soal pada umumnya. Setiap butir soal ditulis pada kartu soal.

Membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban

Setiap butir soal HOTS yang ditulis hendaknya dilengkapi dengan pedoman penskoran atau kunci jawaban. Pedoman penskoran dibuat untuk bentuk soal uraian. Sedangkan kunci jawaban dibuat untuk bentuk soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks (benar/salah, ya/tidak), dan singkat.

Melalui pelatihan tersebut, guru dapat menyusun soal ujian madrasah berdasarkan langkah-langkah penyusunan soal yang berpedoman pada kisi-kisi dan dari kisi-kisi soal akan melahirkan sebuah soal. Setelah itu, soal tersebut diverifikasi oleh pengawas madrasah kemudian soal digandakan.

Kapan ujian madrasah dilaksanakan?

Jadwal penyelenggaraan UM jenjang MI, MTs dan MA/MAK dengan rentangan waktu tanggal 15 Maret s.d 10 April 2021. Ujian madrasah tingkat MTs dimulai pada tanggal 22 Maret 2021 s.d. 27 Maret 2021. Hari ini merupakan hari keempat peserta didik melaksanakan ujian madarasah.

Ujian ini diselenggarakan dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan. Kepada peserta didik diharapkan agar dapat melaksanakan ujian ini dengan baik dan mendapatkan nilai sesuai dengan apa yang diharapkan. Selamat ujian, semoga sukses.

Fide Baraguma

Saya adalah ibu dari 2 jagoan hebat yang sering terpisah jarak karena tugas abdi negara sebagai tenaga pendidik di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi.

Related Articles

Yuk dibully!

Back to top button