Curahan Hati

Titip Rindu Buat Ayah

Guratan-guratan itu kini semakin jelas tergambar pada roman ayah. Hitam legam wajahmu adalah bukti pengorbanan ayah membanting tulang bermandikan peluh demi buah hatimu. Genggamannya yang dulu kokoh, kini semakin gentar. Rambutmu yang dulu hitam, saat ini sudah ada beberapa uban yang menghiasi mahkotamu.

Apakah ini mengartikan jika usia ayah sudah tak muda lagi? Pertanyaan ini yang membuatku getir. Ketakutan ini menghantui diriku jika aku kehilangan sosoknya. Sosoknya begitu teramat aku cintai. Ya, orang kedua yang kucintai setelah almarhumah mama.

Ayah engkau adalah lelaki pertama yang membuatku jatuh cinta. Sosok lelaki hebat melindungi. Meskipun ayah terkadang marah karena tingkahku yang tak tentu. Sabarmu mengajarkanku sebuah arti kehidupan. Tegarmu mendewasakanku hingga lolos ujian.

Terlebih ayah yang pernah terserang penyakit jantung. Mengharuskan beliau memasang cincin untuk menguatkan pembuluh jantungnya. Hingga detik ini, ayah harus rutin cek kesehatan setiap bulan dengan membawa sekantong obat yang harus diminum setiap hari. Ayahku bergantung pada obat karena penyakitnya.

Ayah tak sekuat dulu lagi. Seakan buatnya sesak. Terkadang beliau menyembunyikan perihnya rasa nyeri yang tiba-tiba menyerang agar terlihat kuat di mata orang. Ayah berusaha untuk tenang.

Momen yang tak terlupakan ketika aku bertandang ke rumah orangtuaku. Peristiwa itu yang kutunggu-tunggu pada saat lebaran atau libur sekolah tiba. Di saat itulah aku bisa melepaskan rindu dengan memboyong keluarga kecilku untuk bertemu denganmu ayah.

Kini, ayah telah mempunyai empat orang cucu yang gagah dan cantik. Ada dua jagoan malaikat kecil penyejuk hatiku yang kini tengah menikmati masa kecilnya. 9 dan 6 tahun usia mereka. Dan sepasang putra dan putri buah hati dari adikku.

Kakek adalah panggilan yang disematkan untuknya. Cucu laki-laki merupakan impian ayah yang di nantikan. Kini asa itu tlah berada di depan ayah. Kuhadiahkan kado terindah untukmu ayah. Ayah, maafkan anakmu yang tak bisa menemani hari senjamu.

Teruntuk ayah, 6 Maret 2021

Fide Baraguma

Saya adalah ibu dari 2 jagoan hebat yang sering terpisah jarak karena tugas abdi negara sebagai tenaga pendidik di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi.

Related Articles

Yuk dibully!

Back to top button