Curahan HatiParenting

Tips Mengajarkan Anak Berpuasa Ala Baraguma

Setiap orangtua punya cara tersendiri untuk melatih buah hati berpuasa. Melatih anak berpuasa sebaiknya dilakukan sejak dini. Termasuk saya yang memiliki dua jagoan. Saya memperkenalkan berpuasa kepada mereka saat berumur 4 tahun. Sekarang si sulung menginjak umur 9 tahun dan si bungsu akan memasuki umur 6 tahun.

Mengajarkan anak berpuasa, butuh kesabaran dari orangtua dan diperlukan kejujuran dari sang anak. Di sinilah letak kesabaran kita sebagai orangtua yang mengajarkan anak berpuasa dan tidak setengah-setengah dalam tahap proses berpuasa.

Alasan si kecil berpuasa

Melihat anggota keluarga yang berpuasa, secara otomatis akan memotivasi anak untuk ikut berpuasa. Pada awalnya saya tidak memaksa si sulung untuk ikut berpuasa karena melihat anggota keluaraga berpuasa, maka si sulung termotivasi berpuasa. Waktu itu si sulung berumur 4 tahun. Dari berlatih setengah hari sampai seharian penuh.

Pertanyaan tentang puasa yang diajukan si kecil

“Ma, kenapa puasa nggak boleh makan dan minum? Trus, boleh makan dan minumnya kapan?”
Itulah pertanyaan yang dilontarkan si kecil pada saya ketika pertama kali ikut berpuasa.

Orangtua yang bijak, akan menjawab pertanyaan anak dengan memberikan penjelasan sesuai dengan pemahaman umurnya. Saya berusaha memberikan penjelasan dengan mencontohkan orang yang tidak bisa membeli makanan karena tidak ada uang kepada si kecil. Dengan mencontohkan seperti itu, berarti si anak berempati kepada orang-orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan makan dan minum.

Kelucuan saat si kecil berpuasa

Puasa melatih anak untuk mengendalikan diri. Hal terlucu saat si kecil berpuasa yang saya alami adalah ketika ia lupa akan dirinya sedang berpuasa. Pernah suatu ketika, si bungsu melihat buah pisang terletak manis di atas meja makan. Kemudian ia mengambil satu buah pisang yang masih melekat pada sisirnya. Saya memperhatikan dari jauh lagak si bungsu. Sewaktu akan membuka kulitnya, saya langsung memperingatkan bahwa ia sedang berpuasa. Si bungsu dengan sadar kembali meletakkan buah pisang sambil berkata “Oh iya, Kenji puasa, lupa.”

Di sinilah kejujuran anak terlihat. Apakah ia dapat mengendalikan dirinya terhadap godaan makan dan minum yang terletak di atas meja, atau melihat temannya yang makan karena tidak berpuasa. Hal ini dapat mengendalikan mental anak saat masih dini hingga mereka terbiasa dengan keadaan tersebut.

Kapan waktu mereka untuk sahur?

Orangtua akan lebih paham sifat anak-anaknya. Ada yang saat dibangunkan untuk sahur memakai drama pertangisan dulu karena masih mengantuk. Sehingga anak tidak ikut sahur dan siang harinya merengek minta untuk membatalkan puasa.

Nah, cara yang saya terapkan agar mereka tetap sahur adalah dengan memberikan makan dan minum sebelum mereka tidur. Misalnya, duo jagoan tidur pukul 23.00, saya akan menyiapkan menu sahur mereka terlebih dahulu. Cara ini akan lebih efektif ketimbang, jika nanti dibangunkan pada waktu sahur tiba.

Apa saja yang saya lakukan untuk melatih anak berpuasa?

Agar puasa anak menyenangkan dan tidak mengeluh, maka saya menyiapkan beberapa tips berpuasa menyenangkan. Apa saja triknya, simak ulasannya berikut ini!

Ajarkan secara bertahap

Seperti yang sudah saya singgung di atas, bahwa si sulung sudah berpuasa sejak usia 4 tahun. Saya mulai melatihnya dengan memberikan batasan waktu untuk berbuka. Misalnya, “abang puasa nanti sampai jam 10.00 ya. Kalau sudah jam 10.00, abang boleh berbuka.”

Ketika batas waktu yang diberikan sudah tiba, dan si anak minta untuk berbuka, maka lakukanlah sesuai perjanjian yang sudah disepakati. Dan jika anak meminta untuk kembali berpuasa, maka bolehkanlah anak untuk melanjutkanya kembali.

Pada hari berikutnya, tambahlah jam waktu berbuka sedikit demi sedikit bila dirasa sudah cukup kuat hingga anak mampu berpuasa seharian penuh. Dengan cara seperti ini anak akan senang menjalankan puasa tanpa adanya paksaan.

Bila anak merengek untuk berbuka

Ada saatnya dimana si kecil dalam waktu yang ditentukan sudah tidak kuat lagi, dan meminta untuk segera berbuka. Apa yang saya lakukan?

Pada awal-awal tahap pertama berpuasa, baik si sulung maupun si bungsu acap kali merengek untuk segera berbuka, padahal waktu untuk berbuka tinggal 1-2 jam lagi. Kan sayang jika puasanya batal. Nah, langkah yang saya ambil adalah mengalihkan perhatiannya dengan cara mengajaknya bermain, tidur, atau membawa mereka berkendara. Dengan begitu, pemintaan untuk segera berbuka tak akan terjadi.

Berikan penghargaan

Apabila anak tidak mampu menjalankan puasa seharian penuh, kita sebagai orangtua mesti memotivasi anak agar rajin dan giat lagi berpuasa. Dan ketika si anak berhasil mencapai target tersebut, berikanlah hadiah kecil kepada anak sebagai ungkapan rasa terima kasih buat dirinya sendiri.

Hal ini membuat si kecil lebih bersemangat menjalani ibadah puasa untuk esok harinya. Pemberian ini juga bisa membuat si kecil merasa percaya diri dan bangga atas ketercapaian usahanya dalam berpuasa. Biasanya saya akan memberikan hadiah kecil berupa semangkuk es krim jika duo jagoan bisa melaksanakan puasa seharian penuh.

Menanyakan kepada anak menu berbuka

Tanyakan kepada anak menu makanan apa yang akan dimakan nanti saat berbuka. Bisanya anak tidak akan meminta makanan yang mahal. Anak akan lebih senang lagi jika makanan tersebut dibuat oleh tangan ibunya sendiri. Terasa lebih nikmat bila menyantapnya.

Biasanya saya akan menanyakan kepada anak, menu makanan untuk berbuka. Lalu meraciknya menjadi hidangan menu berbuka nanti. Apalagi si bungsu yang nyinyir untuk dibuatkan makanan kesukaannya.

Ajak anak memasak takjil bersama

Kebiasaan yang sering saya lakukan di saat anak sudah jenuh adalah mengajak mereka memasak takjil bersama. Bagi mereka ini merupakan sebuah permainan masak-memasak yang seru. Menu takjil kesuakaan keluarga kecil saya adalah sup buah.

Mulai dari membantu mengambilkan buah-buahan yang ada di dalam kulkas, mengambilkan tempat atau wadah untuk menaruhnya, bahkan membantu menuangkan menu takjil ke dalam gelas atau mangkuk. Yang jelas, libatkan mereka dalam kegiatan tersebut untuk memberikan semangat mereka berpuasa.

Penuhi kebutuhan gizinya

Saat berpuasa anak membutuhkan nutrisi yang cukup dari makanan yang bergizi. Makanan bergizi bisa didapat dari karbohidrat, protein, serat, dan vitamin baik saat berbuka maupun sahur. Hindari memberikan tambahan gula berlebih. Biasanya saya akan memberikan tambahan susu dan buah-buahan kepada duo jagoan.

Orangtua adalah teladan yang baik

Sikap dan kebiasaan orangtua akan ditiru oleh anak dalam keseharian. Oleh sebab itu, ciptakanlah pelajaran yang baik buat anak. Ajarkan perbuatan yang baik untuk masa depannya kelak karena buah tidak jauh jatuh dari pohonnya.

Waktu dini inilah, saat yang tepat mengajak mereka membentuk karakternya. Ajaklah anak bersama-sama untuk salat berjamah, tarawih, membaca al Quran dan bersedekah. Dengan mengajarkan seperti itu, terciptalah pribadi yang baik.

Demikianlah cara yang saya terapkan kepada duo jagoaan saat melatih mereka berpuasa. Dan alhamdulillah, cara ini ampuh buat duo jagoan yang sudah terbiasa berpuasa penuh. Inilah pengalaman saya mengajak anak berpuasa. Bagaimana dengan kisah Anda?

Fide Baraguma

Saya adalah ibu dari 2 jagoan hebat yang sering terpisah jarak karena tugas abdi negara sebagai tenaga pendidik di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi.

Related Articles

3 Comments

  1. Bagus sekali cikgu…cocok banget bagi anak pemula untuk belajar puasa karena karakter anak-anak rata-rata beraneka ragam dan unik

Yuk dibully!

Back to top button