Pendidikan

Test Rapid Antigen dan Apa Hasilnya?

Kali keduanya saya melakukan pengecekan tes kesehatan terhadap virus covid 19. Ini merupakan salah satu syarat untuk diadakannya pembelajaran tatap muka di dunia pendidikan. Waktu itu, sebagian besar pemerintah telah membolehkan sekolah/madrasah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan syarat daerah zona hijau, guru di tes kesehatannya terlebih dahulu, dan sanggup mematuhi protokol kesehatan.

Tes Pertama Saya

Tes swab adalah tes kesehatan pertama yang saya jalani saat pandemi covid 19. Waktu itu penyebaran virus covid 19 sedang lagi marak-maraknya terjadi di pertengahan bulan September 2019. Setelah menunggu hasilnya ke luar, barulah sekolah/madrasah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan.

Setelah melakukan tes swab, pada awal Oktober 2019 madrasah tempat saya mengabdi memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan mamatuhi protokol kesehatan. Siswa dibagi menjadi dua shif, pagi dan siang dengan jadwal pembelajaran dipangkas menjadi lebih pendek. Tidak ada diberikan waktu untuk istirahat guna meminimalisir penyebaran virus ini.

Oleh karena itu, siswa membawa bekal dari rumah. Kabar baik ini disambut hangat oleh siswa yang sudah rindu akan sekolah. Bagaimana tidak, pembelajaran daring yang dilaksanakan pada Maret 2019 sampai akhir Agustus 2019. Lebih kurang enam bulan lamanya mereka belajar di rumah secara daring. Berbagai permasalahanpun terjadi dan kami dari pihak madrasah bersama orangtua siswa mencarikan solusi terbaik tentang pembelajaran daring tersebut.

Siswa yang masuk ke lingkungan madrasah diwajibkan memakai masker, cuci tangan terlebih dahulu, setelah itu di cek suhunya oleh petugas pengecek suhu. Kemudian siswa diperbolehkan memasuki madrasah. Jika suhu siswa melebihi 36°c, diberikan izin untuk istirahat pulang ke rumah. Begitulah pembelajaran tatap muka pertama yang saya jalani hingga akhir semester ganjil kemarin.

Memasuki awal tahun 2021 sesuai instruksi pemerintah menyikapi bencana yang melanda negeri ini, diadakan lagi tes untuk mendeteksi virus covid 19. Tes kedua yang saya jalani ini bernama rapid test antigen.

Apa Itu Rapid Tes Antigen?

Berdasarkan bicang-bicang saya dengan salah seorang pegawai kesehatan, beliau mengatakan bahwa rapid test antigen disebut juga dengan dengan swab antigen. Tes ini dinilai lebih akurat dibandingkan tes antibodi karena dapat mengidentifikasi virus dalam sekresi hidung dan tenggorokan.

Rapid test antigen lebih banyak dicari karena dipakai sebagai syarat perjalanan. Jenis tes ini menggunakan sampel lendir pernapasan yang diambil dengan teknik swab. Selain itu, kelebihan rapid tes antigen ini diketahui lebih cepat hanya butuh waktu 15 menit saja dengan pembacaan hasil positif dan negatif.

Kapan Dilaksanakan Test Rapid Antigen?

Hari ini, Sabtu 16 Januari 2021 saya berserta keluarga besar MTsN Dharmasraya melakukan tes mendeteksi covid 19 untuk yang kedua kalinya. Kali ini tes dilakukan di puskesmas Koto Baru.

Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, kami datang ke sana tepat pada jam 08.00 WIB. Sesampainya di sana kami disambut oleh petugas administrasi untuk mendaftarkan diri pada antrian tes nantinya. Seperti biasa, cuci tangan terlebih dahulu, duduk pada kursi yang telah disediakan dengan tetap menjaga jarak. Mendaftarkan diri dengan melampirkan kartu keluarga. Setelah itu, mengunggu antrian dan kesiapan petugas puskesmas untuk melakukan tugasnya.

Ada sekitar 60-an anggota madrasah yang melakukan test rapid antigen pada hari ini. Setelah semuanya mendaftarkan diri sembari menunggu petugas puskesmas memakai perlengkapan APD. Kira-kira 1 jam lamanya penantian.

Perasaan mulai gelisah dan tidak tenang. Bukan karena takut melakukan tesnya, tetapi akan hasilnya nanti. Saya bersama teman berusaha menenangkan diri sambil bercengkrama menghilangkan gundah sejenak.

Seperti biasa, Ibu kepala madrasah tetap menjadi peserta pertama yang diambil sampel lendirnya, sama seperti tes swab kemarin. Begitu namanya terpanggil, beliau dengan percaya dirinya melangkahkan kaki menuju bilik khusus di tempat itu.

Hanya butuh waktu hitungan detik, sebuah benda seperti kapas pentul yang panjang ke luar dari rongga hidung ibu kamad. Beliau tak lupa memberi kami semangat untuk mengikuti tes ini.

Satu persatu rekan sejawat sudah mendapatkan giliran. Ada yang mengeluarkan air mata karena menahan pedihnya, tertawa karena geli bahkan bahagia sekalipun.

Detik-detik Rapid Test Antigen

Tibalah petugas memangil nama Fide Baraguma. Saya mendapat urutan nomor 34. Dengan percaya diri sambil berdoa, saya menuju tempat itu. Saya mengikuti aba-aba yang diberikan oleh petugas tersebut. Kapas pentul yang panjang masuk perlahan pada rongga hidung sebelah kiri paling dalam, kemudian diputar-putar sebanyak 7 kali hingga mendapatkan sampel yang dibutuhkan. Lalu, sampel tadi dimasukkan pada tabung yang sudah dituliskan nama saya.

Perasaan lega setelah mendapatkan giliran antrian yang panjang dan menegangkan telah berakhir. Ditambah dengan pemberitahuan hasilnya. Semoga virus covid 19 cepat berlalu dari muka bumi ini. Aamiin.

Fide Baraguma

Saya adalah ibu dari 2 jagoan hebat yang sering terpisah jarak karena tugas abdi negara sebagai tenaga pendidik di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi.

Related Articles

Yuk dibully!

Back to top button