PuisiSastra

Rindu di Dermaga Perak

Mendung membubung lambung
Membisu bungkam berbalut pasung
Awan hitam kelam berarak bingung
Tak tahu arah kemana akan mematung

Angin, berhentilah memekak
Suaramu seakan memerintah budak
Mencaci maki penjuru langit yang pekak
Risau kumelihat ulah lakumu nan bagak
Lalu kau memasang muka badak
Bahkan memaksa dengan lagakmu yang congkak

Tolong sampaikan pada tuanmu untuk memberi jeda sejenak
Agarku bisa bertemu di dermaga perak
Menjemput rindu yang tertunda sesak
Tapi apa daya bertopang pada legam pundak
Titik itu mulai jatuh tepat pada gaun yang kukenakan dulu saat berarak
Akankah rindu ini akan terkuak?

Di dermaga perak, Selasa, 9 Februari 2020

Fide Baraguma

Saya adalah ibu dari 2 jagoan hebat yang sering terpisah jarak karena tugas abdi negara sebagai tenaga pendidik di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi.

Related Articles

Yuk dibully!

Back to top button