CeritaTravel

Menikmati Keelokan Pantai Ujung Batu Dari Sudut Kota Padang

Pantai Ujung Batu itulah nama yang disematkan pada pantai ini. Jika Anda berkunjung ke Padang, Sumatera Barat, tidak terlepas dari yang namanya pantai.

Pantai merupakan salah satu tujuan wisatawan datang ke tempat ini. Tak ayal jika Pantai Ujung Batu juga salah satu pantai yang wajib Anda kunjungi.

Beralamat di Muaro Penjalinan, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat. Kira-kira 35 menit perjalanan jika Anda dari arah kota Padang dan 5 menit dari simpang Muaro Penjalinan.

Pada pagi hari, pantai ini menjadi sasaran pejalan kaki yang ingin jogging dan bersepeda. Mulai dari simpang Muaro Penjalinan, pejalan kaki memenuhi banda kali untuk bisa sampai di pantai ini.

Selain itu, berselancar merupakan tujuan utama wisatawan datang ke pantai ini. Ombaknya yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu tinggi, menjadi salah satu lokasi favorit bagi peselancar pemula.

Anda bisa menikmati para peselancar pada pagi dan sore hari. Kepiawaiannya, membuat mata tak bosan-bosannya memandang.

Kedai kuliner di sepanjang banda kali

Sebelum masuk ke lokasi ini, Anda akan disuguhi oleh kedai kuliner pada sisi kanan badan jalan banda kali tersebut. Puluhan lapak makanan dan minuman patut Anda coba.

Mulai dari kedai pempek palembang yang menggoyangkan lidah penggemarnya, kedai jus, kopi, dan es teler, kedai nasi padang yang menyajikan samba “lauk pukek”  ikan hasil tangkapan nelayan bahkan kedai yang menjajakan makan tradisonal seperti karupuak kuah, pensi, dan langkitang.

Pengunjung bisa bercengkrama di kedai itu sambil menikmati bentangan sungai Muaro Penjalinan yang bermuara ke pantai itu. Kedai itu juga menyediakan tempat duduk melepas penat yang berada di sisi kiri badan jalan banda kali itu.

Disambut dengan hamparan pohon pinus

Setelah dihadapkan pada kedai kuliner, saatnya Anda akan menikmati sejuknya pemandangan oleh pohon pinus yang tersusun rapi. Sesejuk mata memandang, itulah kata yang pantas ditujukan pada rindangnya pohon pinus itu.

Dengan merogoh kocek dua ribu rupiah saja bagi pengendara motor, Anda sudah bisa melepaskan rasa penasaran pada pantai ini. Pengunjung yang datang tidak saja berasal dari Padang, melainkan dari luar kota Padang.

Keindahan pantai terbebas dari sampah

Di pantai ini juga terjaga kebersihannya, nampak ada beberapa orang yang sedang menyapu sampah di sekitar pantai ini. Tindakan ini patut kita contoh agar tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga keindahan pantai.

Sunset nan cantik

Waktu yang tepat berkunjung ke Pantai Ujung Batu adalah pada sore hari. Dimana sore merupakan waktu yang tepat untuk melihat matahari terbenam. Momen inilah yang dinanti oleh para pecinta sunset. Mereka akan mengabadikan momen tersebut pada jepretan hasil foto nan cantik.

Pantai ini tersusun oleh bebatuan yang menjorok ke bibir ombak sekaligus menjadi pemecah ombak. Lagi-lagi spot ini salah satu tempat untuk berfoto ria.

Keseruan bermain dengan ombak

Tak hanya itu, hamparan pasir yang agak tinggi dari bibir pantai membuat para pengunjung nyaman. Menikmati permainan deburan ombak menghempas pantai atau mandi dengan asinnya air laut.

Semilir angin yang berhembus dipadu dengan hamparan luasnya samudera. Sesekali ada perahu yang berlayar ke tengah lautan menambah eloknya pemandangan kala itu.

Pemandangan luar biasa

Gelak tawa dan keseruan para pengunjung menambah gaduh disambut oleh pecahnya deburan ombak. Sungguh pemandangan yang sempurna hingga pengunjung betah berlama-lama.

Di Pantai Ujung Batu Ini, diterapkan peraturan oleh warga sekitar. Diantaranya, dilarang mandi di sekitar muara pantai dan jika sudah magrib tiba tidak diperbolehkan lagi berada di pantai. Ini bertujuan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Bagi Anda yang suka dengan pantai, tak salahnya memasukkan Pantai Ujung Batu sebagai salah satu daftar perjalanan yang akan Anda kunjungi. Penasaran dengan pantai ini, silakan berkunjung ya…!

Sumber foto : Dokumentasi pribadi

Show More

Fide Baraguma

Saya adalah ibu dari 2 jagoan hebat yang sering terpisah jarak karena tugas abdi negara sebagai tenaga pendidik di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button