Cerita PendekSastra

Melepaskan Rindu

Aku turun dari mobil travel tepat pada jam 18.00 WIB. Ku langkahkan kaki dengan gontai melewati gang menuju rumah. Perasaan ini campur aduk. Aku dikejutkan oleh sesosok bayangan yang samar-samar. Ternyata papa mertua yang duduk di pintu pagar bersama kursi andalannya menanti kedatangan menantunya. “Mama pulang,” teriak papa mertua yang memberikan isyarat pada putraku. Mendengar teriakan itu, sontak kedua jagoan kecilku berlari menuju pagar, melonjak kegirangan menyambut kedatanganku.

Ritual inilah yang tidak luput dari ingatanku. Menyambut kedatangan seseorang yang diciptakan khas oleh papa mertua. Terkadang beliau rela dengan mengajak putraku menunggu di depan gang rumahku. Inilah momen yang tak terlupakan ketika aku sudah berada di tempat kerja. Hal inilah yang membuatku rindu akan pulang.

Kedua putraku langsung memelukku erat hingga menarik tas merah yang masih melekat di pundak. Tangan kecilnya mendekap tubuhku yang hampir hilang kendali karena tindihan badannya yang mulai membesar. Tepat satu bulan aku meninggalkan mereka karena tugas. Rasa haru bercampur bahagia tak terbendung lagi. Melihat pertumbuhan si bungsu yang melonjak drastis. Nafsu makannya meningkat setelah dipijat oleh kakak iparku. Pipinya yang semok tak henti-hentinya jadi senjata empuk untuk ku elus. “Berapa hari Mama di rumah?” Si sulung melayangkan pertanyaan pamungkasnya. Ku ingin melampiaskan rindu itu dan memulai cerita baru.

Cerita baru. Dini hari, 30 Juni 2020

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button