Cerita PendekSastra

Hujan di Bulan November

Pembelajaran daring masih saja terus berlanjut. Menuai pro dan kontra dari orangtua yang telah lelah mengajar anaknya di rumah. Mesti berkutat dengan tugas-tugas yang dikirim oleh wali kelas melalui WAG dan dikirim secepatnya pada hari itu juga. Lantas bagaimana dengan orangtua yang bekerja sementara anak yang ditinggal di rumah butuh bimbingan orangtua untuk belajar? Raka siswa kelas 2 SD yang terpisah dengan ibunya karena tugas mengabdi di luar daerah, harus belajar di rumah bersama ayahnya. Si ayah dengan sabar membimbing Raka untuk segera menyelesaikan tugas yang diberikan meskipun harus nangis duluan ketika disuruh belajar.

Posisi ibu yang tidak dapat membimbing anaknya untuk belajar karena terpisah jarak dan waktu demi mencerdaskan putra bangsa. Si ibu hanya bisa memotivasi Raka yang beranjak memasuki usia 8 tahun itu melalui telepon dan pesan instan agar giat belajar supaya menjadi anak yang pintar. Anak yang sudah bisa diajak ngobrol dan mengerti tentang kondisi ibunya bekerja di luar kota. Sepekan atau dua pekan lamanya di perantauan barulah si ibu bisa melepaskan rindu untuk bertemu dengan pujaan dan buah hatinya. Cuma sehari waktu yang diberikan agar bisa berkumpul bersama keluarga kecilnya.

Setelah kembali dari kampung, si ibu menjalani rutinitas seperti biasa. Begitu juga dengan Raka yang disibukkan dengan tugas-tugas daring pada hari itu. Seandainya saja kamu ada di sini nak. Pikiran itu terlintas dibenaknya. Sepasang mata itu masih memandangi pesan chat yang dikirim oleh wali kelas tentang hasil rapor UTS Raka dengan rata-rata 95. Matanya berkaca-kaca disambut oleh angin menelusup tulang melewati celah jendela serta rintik hujan memecah suasana di kamar itu. 

Fide Baraguma

Saya adalah ibu dari 2 jagoan hebat yang sering terpisah jarak karena tugas abdi negara sebagai tenaga pendidik di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi.

Related Articles

Back to top button