KesehatanKuliner

Daun Pisang; Kegunaan, Manfaat, dan Makanannya

Bahan pembungkus alami yang masih digunakan hingga saat ini adalah daun pisang. Ya, daun yang diambil dari buah pisang. Dilansir dari wikipedia, daun pisang adalah daun yang dihasilkan dari tumbuhan pisang.

Daun pisang dalam kuliner nusantara memiliki peran utama sebagai pendukung dekorasi, pelengkap, dan pengemas bahan makanan; selain itu juga digunakan pada berbagai kegiatan keagamaan. Tradisi seperti ini juga dikenal di banyak tempat di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Daun pisang mengandung polifenol dalam jumlah besar yang sama seperti pada daun teh, berbentuk EGCG, sehingga menghasilkan aroma khas ketika menjadi bahan pelengkap makanan.

Apa Saja Kegunaan Daun Pisang?

Daun pisang yang digunakan untuk kemasan biasanya adalah daun pisang yang telah mengembang sempurna. Pada beberapa penganan juga digunakan daun pisang yang masih muda dan lunak. Apabila keindahan tidak dipentingkan, daun pisang yang menguning juga digunakan, tetapi belum mengering. Untuk digunakan biasanya direndam terlebih dahulu di air agar menjadi lentur.

Makanan tradisional biasanya menjadikan daun pisang sebagai alas atau pembungkus makanan. Bahkan hingga saat ini daun pisang masih dipertahankan sebagai alas dan pembungkus makanan karena memiliki peran dan kekhasannya tersendiri.

Apa Saja Manfaat Daun Pisang?

Daun pisang yang khas menjadikannya banyak manfaat sebagai alas dan pembungkus makanan. Apa saja manfaatnya simak ulasan berikut ini!

Alami

Kelebihan utama yang didapat dari daun pisang adalah alami. Daun pisang dengan mudah terurai setelah digunakan dan dibuang. Di sinilah letak daun pisang ramah lingkungan dan lebih alami disandingkan dengan plastik.

Tidak mengandung racun

Seperti yang telah dibahas di atas, bahwa daun pisang memiliki kandungan senyawa alami. Oleh  karena itu, daun pisang relatif aman jika dipadankan dengan makanan.

Ukuran panjang dan lebar

Manfaat yang ketiga memiliki ukuran panjang dan lebar. Daun ini bagus digunakan untuk membungkus makanan yang sifatnya berat seperti nasi, sate, lamang  dan sebagainya. Bahkan daun pisang juga digunakan sebagai alas untuk makan bersama.

Wangi

Jika daun pisang sudah terkena panas, apapun makanan yang ada di dalamnya akan mendatangkan aroma wangi khas daun pisang. Daun pisang memiliki lapisan lilin yang dapat menghasilkan aroma sehingga membuat makanan terasa lebih enak.

Praktis harga terjangkau

Daun pisang bisa didapat dimana saja. Jika Anda mempunyai pohon pisang, bisa dimanfaatkan untuk membungkus makanan. Caranya cukup mudah, ambillah daun pisang yang sudah cukup tua lalu dipanaskan di atas api agar lentur. Setelah itu dilap menggunakan kain bersih. Daun pisang siap untuk digunakan.

Jika Anda seorang pebisnis kuliner yang membutuhkan daun pisang, cukup beli daun pisang di pasar tradisonal dengan harga yang relatif terjangkau. Cukup mudah bukan!

Higienis

Salah satu manfaat dari daun pisang adalah higienis. Daun pisang tidak dicuci dan cukup dilap dengan sedikit air kemudian diangin-anginkan. Bisa digunakan untuk wadah atau alas makanan.

Apa Saja Jajanan Tradisional Minang Kabau yang Dibungkus dengan Daun Pisang?

Berbicara mengenai makanan tak jauh-jauh dengan yang namanya pembungkus makanan. Makanan tradisional minang banyak yang menggunakan daun pisang sebagai pembungkusnya. Nah, apa saja makanan itu, yuk kita bahas satu-persatu.

Lamang

Lamang merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan putih yang dicampur dengan santan. Ada juga yang menambahkan pisang kemudian dipanggang pada bambu muda yang dilapisi daun.

Bagi masyarakat minang, lamang biasanya disajikan pada saat lebaran, upacara adat, baralek, menyambut hari besar umat islam. Lamang biasanya di temani dengan tapai ketan hitam.

Lapek

Jajanan kuliner yang kedua adalah lapek. Lapek memiliki berbagai macam jenis dan yang membedakannya adalah bahan baku pembuatannya.

Lapek bugih

Terbuat dari tepung ketan putih atau hitam. Di beri santan dan mempunyai isian berupa parutan kelapa agak muda yang ditambah dengan gula atau gula aren. Kemudian dibungkus kerucut dengan daun pisang yang masih muda dan dikukus. Lapek ini paling banyak dicari karena rasanya yang enak dan legit ketika digigit.

Lapek pisang

Sesuai dengan namanya, lapek pisang berbahan dasar pisang yang dihaluskan ditambah dengan tepung beras. Biasanya mempunyai isian kelapa yang dicampur dengan gula merah di tengahnya. Jajan ini banyak ditemui di pasar tradisonal.

Lapek nagosari

Lapek nagosari terbuat dari tepung beras yang di dalammya diisi dengan potongan pisang. Lapek ini bertekstur kenyal seperti agar-agar. Kini nagosari sudah diberi variasi warna agar lebih menarik penikmat kuliner.

Lapek sagan

Lapek ini berbahan dasar pisang dan ketan. Bisa ketan putih atau ketan hitam. Lapek ini bertekstur padat agak sedikit lengket. Cara pembuatan lapek sagan hampir sama dengan lapek pisang hanya saya ditambahkan ketan sehingga menjadikannya khas.

Lapek ubi

Sesuai dengan namanya. Lapek ubi terbuat dari ubi kayu. Rasa manis lapek ini didapat dari tambahan gula aren yang diiris lalu dicampurkan pada bahan dasarnya tadi. Setelah itu dibungkus daun pisang dan dikukus.

Lompong sagu

Kue tradisional yang satu ini sudah mulai jarang ditemukan. Tak heran jika lomlong sagu termasuk jajanan yang paling diburu jika berkunjung ke ranah minang.

Berbahan dasar pisang kepok yang dicampur dengan tepung sagu, parutan kelapa, dan diberi gula aren di tengahnya. Gula aren akan mendatangkan sensasi manis yang meleleh. Setelah itu dibungkus daun pisang dan ditusuk dengan lidi bagian kedua ujungnya dan dibakar di atas bara api. Aroma panggang dari lompong ini akan menggugah selera.

Palai bada

Makanan khas ranah minang yang tak kalah lainnya adalah palai bada. Kuliner yang kaya akan rempah ini terbuat dari ikan teri basah dicampur dengan parutan kelapa yang telah dihaluskan kemudian ditambahkan dengan bumbu-bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, daun kunyit, cabe dan jeruk nipis.

Bahan ini kemudian dibungkus dengan daun pisang. Cara membungkusnya sama dengan lompong sagu yaitu ditusuk menggunakan lidi pada kedua ujungnya. Lalu dipanggang di atas bara api. Rasanya yang pedas dan gurih akan menjadi teman makan nasi.

Lupis

Lupis merupakan kue tradisonal yang masih berbahan dasar beras ketan. Beras ketan dibungkus menggunakan daun pisang yang dibentuk segitiga dan ditusuk dengan lidi dibagian tengahnya. Lalu direbus. Lupis disajikan dengan saus gula merah dan ditaburi dengan kelapa parut.

Putu daun

Kue putu daun merupakan makanan khas minang yang melegenda. Terbuat dari campuran tepung beras dan larutan kelapa dan diberi irisan gula. Bahan ini kemudian dimasukkan ke dalam bungkusan daun pisang berbentuk tabung dan ditambahkan potongan daun pandan. Lalu dikukus hingga matang.

Demikianlah ulasan mengenai si daun pisang yang banyak faedah. Bahkan sampai sekarang ini masyarakat masih mempertahankan penggunaan daun pisang sebagai bungkus makanan. Oleh sebab itu, sebaiknya kita hindari penggunaan plastik yang merusak kesehatan. Jika ada yang alami kenapa harus yang kimiawi. Lalu bagaimana dengan Anda?

Fide Baraguma

Saya adalah ibu dari 2 jagoan hebat yang sering terpisah jarak karena tugas abdi negara sebagai tenaga pendidik di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi.

Related Articles

Yuk dibully!

Back to top button