Pendidikan

Blog Sebagai Sarana Pembelajaran, Bukti Kreativitas Dan Tanggungjawab Pendidik Di saat Pandemi

Seperti bayang-bayang dan seperti masih ingin bertengger di pundak dunia pendidikan Indonesia. Pandemi memaksa kegiatan daring diperpanjang dibeberapa daerah di Indonesia.

Mau tidak mau, semua yang terlibat di dalam kegiatan PBM, seperti peserta didik, guru dan orangtua mencari akal agar pendidikan tetap dilangsungkan meski dalam jaringan sekalipun.

Beberapa cara yang telah digunakan masih terasa belum efektif. Seperti, tatap muka melalui aplikasi telekoferensi dan pemberian materi ajar melalui WAG.

Beberapa kendala dan kekurangan telah dievaluasi secara mendalam, seperti penyampaian materi ajar yang tidak tepat sasaran serta penginputan data hasil ujian yang tidak akurat.

Bagi pendidik yang kreatif dan inovatif. Tidak akan habis akal dengan permasalahan yang ada. Pendidik dengan tipe ini akan selalu memberikan yang terbaik bagi anak didiknya meski dalam pandemi yang masih belum tentu akhirnya.

Sebut saja, dari beberapa pendidik yang suka menulis di blog. Mencoba memanfaatkan blog untuk media pembelajaran dimasa pandemi menjadi alternatif yang mumpuni.

Kenapa memilih blog sebagai media pembelajaran alternatif?

Jika Anda adalah pendidik atau guru maupun Anda sebagai salah satu peserta didik di masa pandemi. Mungkin pertanyaan yang akan muncul adalah mengapa memilih blog sebagai sarana ajar di masa pandemi?

Selain harga yang cukup murah, bahkan ada yang gratis. Itu adalah alasan kenapa blog menjadi pilihan utama sebagai sarana pembelajaran di masa pandemi. Jika di WAG agak terkesan main-main dan tidak serius. Maka, di blog akan terlihat lebih serius.

Memaparkan materi ajar di blog cukup mudah dan hemat. Sebut saja dalam postingan blog yang bisa dilengkapi suara, video dan penjelasan berupa artikel lengkap dalam satu halaman saja.

Selanjutnya, kelebihan menyampaikan materi ajar melalui blog, semua menyatu dalam 1 tempat, satu pertemuan, satu pokok pembahasan dan bisa langsung diadakan tes atau ujian melalui google form.

Berbeda dengan memberikan materi di WAG yang kadang menghilang begitu saja tertimbun obrolan lain di grup. Serta banyaknya peserta didik yang justru tidak memperhatikan tugas yang masuk melalui pesan instan whatsapp ini.

Akhirnya, satu persatu siswa akan kembali bertanya ini dan itu. Makin banyak pertanyaan yang muncul. Justru semakin dalam materi tersebut terbenam dan tidak tahu rimbanya. Ujung-ujungnya materi tidak terserap dengan baik oleh peserta didik.

Bisa memastikan semua materi ajar diikuti oleh seluruh peserta didik

Dalam hal ini, tentu dalam pikiran Anda adalah presensi bukan? Ya, dengan penggunaan blog sebagai bahan ajar di masa pendemi akan jadi solusi jitu masalah kehadiran peserta didik dalam belajar online.

Anda bisa memastikan semua peserta didik ikut dan membaca semua materi yang Anda sampaikan di blog. Salah satu cara yang bisa Anda gunakan adalah dengan menggunakan google form di setiap postingan.

Anda bisa memanfaatkan google formulir untuk isian tanya jawab dari materi yang telah disampaikan dipostingan blog. Data yang masuk dari google formulir juga bisa sekaligus dijadikan daftar hadir.

Anda bisa memberikan arahan kepada peserta didik, bahwa materi yang ada dipostingan harus tuntas dalam satu atau dua hari. Tanggal pengisian google form bisa Anda jadikan landasan bahwa anak didik, benar mengikuti proses belajar daring dari Anda.

Menguatkan materi tatap muka via video telekoferensi

Video telekoferensi merupakan bagian dari upaya tatap muka antara Anda sebagai pendidik dan mereka anak didik dikala pandemi. Namun, tahukah Anda saat telekoferensi ini, banyak sekali keterbatasan yang akan Anda temui.

Baik itu dari segi keluwesan pemaparan materi ajar, hingga keterbatasan yang dimiliki oleh beberapa peserta didik. Jadi, materi yang ada di blog bisa sebagai penambal sekaligus penguat materi yang Anda berikan saat telekoferensi yang dirasa kurang memuaskan.

Memantik kreativitas pendidik dan peserta didik

Memanfaatkan blog sebagai sarana dan bahan ajar disaat pandemi. Bisa memancing kreativitas pendidik dalam memberikan serta melanjutkan tanggungjawabnya sebagai pendidik.

Adanya blog sebagi sarana ajar. Bisa melahirkan kreativitas seorang guru dalam memaparkan sesuatu, baik itu materi, motivasi dan hal positif lainnya dalam bentuk video, tulisan atau podcast.

Begitu juga sebaliknya, Anda bisa meminta anak didik menelurkan video versi mereka dalam menjawab dan menelaah materi yang telah diberikan di blog.

Kesimpulan

Pandemi bukan hal yang seharusnya menggugurkan kewajiban Anda sebagai pendidik. Termasuk juga, tidak menghapus hak peserta didik dalam mendapatkan ilmu dari guru-guru yang mereka sayangi.

Pandemi, seharusnya menjadi tolak ukur kreativitas Anda sebagai pendidik dan peserta didik. Jika Anda merasa tidak bergerak sama sekali saat pandemi. Di saat itu, bisa saja kredibilitas Anda sebagai seorang guru patut dipertanyakan.

Semoga pemaparan Anda serta upaya pemanfaatan media sosial termasuk blog dalam proses belajar mengajar di masa pandemi. Memberikan sejentik ide bagi Anda dalam menelurkan kreativitas sebagai seorang guru. Garda terdepan kemajuan bangsa ini disaat pandemi masih membumi.

Afriant Ishaq

Penulis artikel pendidikan yang tidak berkesempatan melanjutkan pendidikan. Suka hal baru tentang opini publik yang berkaitan dengan pendidikan dan pernak-perniknya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button