PuisiSastra

Beringin Berpeluk

Pagi ini terlihat damai dan tenang. Mengiringi arak langkah kaki pelan penuh bimbang. Berkejar-kejaran berdiri tegak sampai ke depan pintu gerbang. Mengikuti gulirnya deru waktu yang kian menantang.

Ku lihat di barat sana, sepasang merpati bercengkrama riang. Mengibas memeluk cakrawala. Dengan bangga memperlihatkan mahkotanya. Pada biru kanvas langit memesona. Akankah pagi ini terasa sempurna?

Ah, hijau nyiur melambai ayu. Oleh bisik angin pagi memadu rindu. Memanggil pohon beringin mengakar menjulai jemu. Kini, kian berpeluk mesra pada tirai-tirai cemara pagi itu.

Bagaimana kabarmu? Beringin berakar tunggang menyapa cemara itu. Menggantung terikat melilit pada ranting nan laku. Elok, jawab daun cemara membubung tinggi menyentuh kalbu.

Tatkala semburat itu menyeruak alam. Bias fajar menembus bening temaram. Di ujung daun cemara membelai geram.

Sepasang bola mata kian mengenang. Menikmati kisah pesona petang. Hingga senja menjemput malam menjelang.

Fide Baraguma

Saya adalah ibu dari 2 jagoan hebat yang sering terpisah jarak karena tugas abdi negara sebagai tenaga pendidik di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi.

Related Articles

Yuk dibully!

Back to top button