Pendidikan

Bentuk Kreativitas Pendidik Dalam Menyikapi Pembelajaran Daring

Media pembelajaran – Guru kreatif dituntut dapat menyajikan materi yang mudah dipahami oleh peserta didik. Apalagi dalam situasi pandemi. Untuk itu, dibutuhkan kreativitas oleh seorang pendidik.

Apa yang dilakukan oleh pendidik?

Agar pembelajaran secara daring menarik bagi siswa, maka dibuatlah sebuah video pembelajaran. Video pembelajaran ini dibuat oleh guru dengan menggunakan berbagai macam aplikasi yang dapat mendukung pembuatan video tersebut.

Tujuan dari membuat video tersebut adalah tidak lain agar siswa lebih memahami materi yang disampaikan oleh guru mata pelajarannya di sekolah/madarasah lewat dunia maya. Dengan adanya video pembelajaran tersebut, siswa seakan belajar layaknya tatap muka.

Media pembelajaran tersebut dapat menggunakan aplikasi power point, kinemaster, powtoon, dan lain sebagainya kemudian diunggah ke jejaring youtube.

Di channel youtube inilah nantinya siswa dapat menonton dan menyimak materi yang disampaikan oleh gurunya. Gurunyalah yang menjadi model di video tersebut

Bahkan, bagi sekolah-sekolah favorit, beberapa guru menyajikan pembelajaran daring dengan menggunakan zoom meeting. Tentu akan lebih asyik jika siswa bisa mendengarkan dan melihat wajah guru menerangkan pelajaran melalui zoom meeting dan siswa pun juga bisa saling berdiskusi secara interaktif.

Antusias guru untuk membuat media pembelajaran yang bervariatif dalam bentuk video pembelajaran dengan menggunakan berbagai aplikasi cukup tinggi. Guru rela menggunakan paket datanya untuk membuat media pembelajaran dalam bentuk video dengan berbagai model.

Bahkan, guru belajar dengan mandiri untuk membuat media pembelajaran yang lebih menarik. Bertanya pada teman yang sudah berpengalaman dan memintanya untuk mengoreksi hasil karya dari guru tersebut.

Ada juga guru belajar membuat media pembelajaran dalam bentuk video melalui pelatihan-pelatihan secara mandiri. Semua itu dilakukan demi membuat pembelajaran daring menyenangkan dan tidak membosankan bagi siswanya.

Apa saja kendala yang ditemui di lapangan?

Ada kelebihan dan juga kekurangan. Salah satu kelebihan dalam membuat media pembelajaran dengan video yaitu siswa dapat memutar gambar bahkan animasi mengenai materi yang disugukan oleh guru.
Sedangkan kekurangannya, keluhan dari siswa yang tidak dapat membuka video pembelajaran dengan alasan keterbatasan paket dan jarak yang tidak dapat dijangkau oleh jaringan internet.

Kendala tersebut ditemui oleh guru dilapangan setelah direalisasikan pada siswa. Situasi dan kondisi yang bagaimana?

Bagi siswa yang bersekolah di sekolah favorit atau boarding school, tentu hal ini tidak menjadi masalah. Hal ini dibuktikan dengan minat belajar siswanya tinggi, ekonomi orangtua yang lebih mapan untuk memfasilitasi buah hatinya.

Namun, bagi sekolah/madrasah yang berada pinggiran kota atau dengan ekonomi orangtua siswanya menengah ke bawah, tentu menggunakan media dalam bentuk video pembelajaran tidak bisa sepenuhnya dilakukan.

Selain keterbatasan paket, siswa tersebut mengeluh tidak bisa membuka video pembelajaran yang diberikan karena kondisi gawai yang tidak memungkinkan untuk menampung memori yang lebih besar. Ini akan berbeda lagi jika siswa yang berada di kota yang bersekolah di sekolah favorit dan memiliki ponsel yang canggih.

Apa solusi terbaik yang harus dipilih?

Nah, untuk menyikapi kendala yang ditemui dilapangan, guru harus bijak dalam menyikapinya. Sedia payung sebelum hujan. Guru harus mengatasinya dengan memberikan alternatif salah satunya dengan menggunakan aplikasi blog.

Mengapa memilih blog sebagai media pembelajaran alternatif?

Blog sebagai sarana pembelajaran daring. Alasan memilih blog adalah dalam satu halaman blog dapat memuat penjelasan materi berupa tulisan, disisipi video, gambar, dan suara.  Selain itu, blog disediakan secara cuma-cuma bahkan ada pembelian premium.

Kelebihan menyampaikan materi ajar dalam blog yaitu memudahkan guru memberikan materi dengan mengombinasikannya. Semua tergabung dalam satu tempat dan satu pokok pembahasan materi. Lengkap, hemat dan mudah hanya dengan mengklik link yang diberikan. Selain itu, dalam satu tempat tersebut guru bisa menyisipkan latihan maupun soal ujian yang dibuat dengan aplikasi google form.

Kembali lagi pada permasahan di atas. Jika siswa tidak dapat membuka video pembelajaran yang terdapat pada link blog yang diberikan, ada cadangan materi berupa tulisan. Disitulah siswa bisa membaca dan memahami materi tersebut serta dapat mencatat materi yang diberikan. Bahkan dapat mengulang kembali untuk membukanya jika masih ragu atau kurang paham.

Hal ini berbeda dengan memberikan materi lewat WAG. Terkadang siswa tidak memperhatikan materi yang diberikan serta menumpuknya tugas-tugas yang dikirim oleh siswa. Bahkan banyaknya pertanyaan dari siswa mengenai materi sehingga pembelajaran tidak efektif.

Siswa yang minat belajarnya kurang, bisa jadi tidak belajar atau cuek saja dengan alasan tidak bisa membuka video pembelajaran yang diberikan guru. Bisa jadi siswa yang seperti ini tidak belajar dan pergi bermain saat jadwal pembelajaran berlangsung. Ujung-ujungnya, mereka tidak mengerjakan tugas dengan alasan tidak paham atau tidak mengerti.

Sikap siswa seperti ini masih dapat dimaklumi oleh guru. Guru memberikan motivasi dan kesempatan kedua kepada siswa untuk mengerjakan tugasnya kembali. Ini tidak terlepas juga atas dorongan dan kontrol orangtua dalam mengawasi anaknya belajar di rumah.

Semua itu, kembali lagi pada siswa tersebut. Bila siswa tersebut mempunyai keinginan untuk belajar, apapun pasti akan mereka lakukan untuk mendapatkan ilmu yang disampaikan oleh gurunya.

Kesimpulan

Demikianlah pembahasan baraguma.com mengenai pembelajaran daring yang tengah dilakoni oleh pendidik maupun peserta didik di tanah air. Sebagai pendidik yang bijak, ia akan melakukan apapun untuk mencerdaskan anak bangsa dan dapat dipertanggung jawabkan meskipun tidak bertatap muka. Tetap semangat buat para pendidik demi mencerdaskan putra dan putri bangsa ditengah corona yang melanda.

Fide Baraguma

Saya adalah ibu dari 2 jagoan hebat yang sering terpisah jarak karena tugas abdi negara sebagai tenaga pendidik di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi.

Related Articles

Back to top button