OpiniPendidikan

Balada Abdi Negara

Tahun pelajaran 2020/2021 tinggal menghitung hari. Itu berarti libur sekolah sudah tinggal sedikit lagi. Namun, tugas masih saja menumpuk. Administrasi guru yang mesti disegerakan masih mengambang dalam laptop.


Seorang guru harus menyelesaikan segala bentuk administrasinya. Seperti, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), program kegiatan awal tahun pelajaran dan program wali kelas. Sedangkan tugas seorang wakil kepala, mesti mempersiapkan agenda kerjanya yaitu, program wakil kepala, program ekstrakurikuler, dan program piket. Sungguh libur ini tidak berhenti bekerja.

Apa itu libur?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, libur adalah bebas dari bekerja atau masuk sekolah. Dari segi katanya memanglah benar. Tapi aplikasinya, kita sebagai guru tetaplah bekerja. Mempersiapkan semua rancangan program yang akan disuguhkan pada peserta didik di awal tahun pelajaran.

Tak ayal ketika masih libur, seorang guru mesti mengantongi tasnya dengan laptop ketika menemani keluarganya. Di satu sisi,  ingin menikmati libur bersama keluarga. Di sisi lain, pikiran masih bergelayutan dengan rancangan yang mesti dituntaskan.

Ah, inikah balada abdi negara khususnya guru?

Berdasarkan hasil rapat gubernur Sumbar bersama 16 bupati dan wali kota pada 6 Juli 2020, didapatkan hasil bahwa ada 6 daerah kategori zona hijau yang diperbolehkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Namun, tetap mengikuti protokoler kesehatan. Sementara itu, sekolah kategori zona merah, oranye dan kuning masih belajar Daring.

Daerah yang tergolong zona hijau yaitu Kabupaten Pesisir Selatan, Payakumbuh, Sawahlunto, Kabupaten Limapuluh Kota, dan Pasaman Barat. Tetapi hanya ada 4 daerah mulai buka sekolah pada 13 Juli 2020. Payakumbuh dan Limapuluh Kota, ditunda.

Itu berarti daerah pada zona merah, oranye dan kuning tetap belajar Daring. Oleh sebab itu, guru harus melek teknologi. Guru dituntut  memahami model pembelajaran berbasis IT.

Di waktu libur, banyak juga Webinar yang melaksanakan programnya. Ini menjadi wadah pembelajaran bagi guru. Agar tidak gagap lagi menghadapi dunia teknologi.

Ada juga yang memanfaatkan waktu libur ini untuk menyelesaikan program pembuatan buku LKS yang dilakukan oleh grup MGMP provinsi. Tujuannya tak lain dan tak bukan untuk kepentingan dunia pendidikan.

Belajar sepanjang hayat memanglah benar, tetapi prioritas keluarga harus nomor satu. Di saat guru libur, janganlah disibukkan dengan tugas-tugas yang menyita.

Manfaatkanlah libur ini sebagai wadah kebersamaan memperkuat ikatan bersama keluarga. Kita sebagai guru hanya ingin diberikan kelonggaran selama libur untuk tidak diganggu dengan tugas abdi negara.

Setiap manusia ingin memperolah kehidupan yang layak bagi keluarganya. Namun, untuk memperolehnya tidak ingin hak pribadinya terpinggirkan.

Kita sebagai guru harus menaati disiplin yang sudah tertuang pada peraturan. Mengikuti arah pimpinan dan menjalankannya dengan baik. Tugas yang diberikan harus sesuai dengan porsinya. Meskipun ada kelebihan yang diterima sebagai konsekwensinya.

Semoga waktu libur yang tinggal sedikit ini, bisa dimanfaatkan bersama keluarga tercinta. Merampungkan tugas-tugas yang terbengkalai dengan penuh tanggung jawab. Agar bisa mendidik anak bangsa dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Show More

Fide Baraguma

Saya adalah ibu dari 2 jagoan hebat yang sering terpisah jarak karena tugas abdi negara sebagai tenaga pendidik di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi.

Related Articles

6 Comments

  1. Mantap. Butuh energi dan rasa tanggung jawab serta keikhlasan plus profesionalitas yang tinggi semoga semua abdi negara selalu dianugerahi oleh Allah dengan hal-hal itu.Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button