PuisiSastra

Apa Kabarmu Hati?

Bagaimana kabarmu hati?
Masih terluka?
Masih menari-nari di atas duka?
Dengan guratan-guratan senja?
Luka kemarin petang belum juga reda.
Apakah hatiku sudah mati rasa?

Teruntuk hati yang terus terluka dan bertambah parah.
Untuk air mata yang telah mengering dan tak ada lagi arah.
Teruntuk pundak yang sudah lelah untuk diperintah.

Buat tangan yang sudah tak lagi menggenggam.
Untuk kaki yang sudah tak sama langkah.
Ragaku mungkin penat.
Berbaringlah sebentar saja.
Perlahan dan tenang.
Agar pulangku nyaman.

Diam hanya akan memakan kamu dan waktumu saja.
Pikirkan hal terburuk dulu, biar nanti tidak terlalu sakit.
Cerita kita masih bersambung dan tidak berhenti sampai di sini.
Berceritalah, mana tahu kisah kita sama.
Bolehkah ku pinjam pundakmu untuk ku peluk?

Aku yang sedang belajar untuk baik-baik saja.
Dan berpura-pura pada dunia.
Bahwa cerita cintaku penuh suka.

Bisakah kita duduk sebentar saja
Saling pangku dan lalu bercerita?

Hati yang lelah, 071020

Fide Baraguma

Saya adalah ibu dari 2 jagoan hebat yang sering terpisah jarak karena tugas abdi negara sebagai tenaga pendidik di perbatasan Sumatera Barat dan Jambi.

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button