Cerita PendekSastra

Aira dan Pengirim Misterius

Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah gambaran hidup Aira semenjak kepergian sang mama. Tampak jelas diraut wajahnya menyembunyikan kesedihan mendalam. Ia tidak terima dengan kenyataan bahwa ibu tercinta sudah berpulang ditambah lagi dengan papa yang terlibat kasus korupsi dan kini berdiam dibalik jeruji besi. Hanya oma tempat bersandar mengadukan segala kegundahannya. Hatinya serasa dicabik-cabik, ditinggal pergi oleh orang tercinta. Tak ada lagi mobil mewah dan pak supir yang selalu setia mengantar jemput ke sekolah. Papa Aira telah memilihkan homeschooling. Tapi ia lebih memilih untuk bersekolah di sekolah formal.

Tingkah Aira sedikit aneh semejak ia masuk ke sekolah barunya. Trauma yang mendalam masih menghantuinya. Ia sulit untuk beradaptasi dengan orang lain. Jangankan untuk berteman, berkenalan saja masih tertutup. Tapi tidak untuk Arai. Laki-laki yang berhasil mencuri perhatian Aira. Arai berusaha mencari tahu mengapa Aira bertingkah seperti itu. Aira termasuk anak yang rajin, pintar menulis dan penyuka sastra. Tapi sayang, kejahilan teman-teman telah menggoreskan luka pada sayatan yang sama. Ejekan teman sekelasnya membuat Aira kembali mengingat peristiwa itu.

Arai berusaha menengahi permasalahan ini karena Ia paham benar dengan kasus yang dialami oleh papa Aira. Bagaimanapun ini bukan kesalahan Aira melainkan korban kerakusan dari papanya itu. Tulisan Aira dimuat pada majalah Aneka. Ia sempat bingung siapa orang yang sudah lancang mengirimkan tulisannya. Biasanya tulisan-tulisannya ini hanya dimuat pada mading sekolah. Sepucuk surat tersisip pada saku depan tasnya. “Jika kamu ingin tahu siapa orang yang sudah mengirim tulisanmu, temui aku di perpustakaan.” Aira berlari menuju perpustakaan. Langkahnya terhenti pada sosok pria yang tengah melebarkan senyumnya sambil menunjukkan majalah Aneka di tangannya.

Sebuah PenTigRaf (cerpen tiga paragraf)

Related Articles

13 Comments

  1. Aw aw aw, lagi-lagi saya senyum-senyum saat membaca tulisan pentigraf kesekian kalinya. To the point, tapi tetap indah diceritakan. Aira dan Arai, berjodoh tu. Namanya tinggal dibolak balik aja hurufnya. Hehehe. Terima kasih sudah berbagi ya.

  2. Sederhana tetapi menarik. Cara penceritaannya yang membuat saya bisa membayangkan sendiri lokasi dan situasi dari ceritanya, jadi malah menjadikan si pembaca menjadi pembaca imajinatif yang kaya. Nice!

  3. Udah lama ngga baca cerita romance hehe jadi kayak ikut ngerasain wkwkw. Paling enak dibaca sambil minum kopi, ikut kebawa suasananya sumpah. Nice story kak

  4. Nama tokohnya so sweeet dua-duanya. Pemilihan nama yang oke loh jadi menarik perhatian.

    Endingnya bikin gimana gtu buat yang baca

  5. Saya pernah masuk kelas pentigraf. Ini kelas menarik menurut saya. tidak mudah lho membuat cerpen pentigraf tapi anda sudah membuktikannya dengan baik di tulisan ini. Menurut saya bagus. Ditunggu cerpen berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button